Hari ini 1 Rajab 1430.
"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan"
Allahumma Amien.
Jom, mulai persiapkan diri menyambut bulan Ramadhan !
Wednesday, June 24, 2009
Dua Bulan Menuju Bulan Ramadhan
Posted by
Putri - Keluarga Ceria
at
5:17 PM
0
responses
Links to this post
Labels: Back to Fitrah, Greeting, Journal
Wednesday, May 13, 2009
Pelajaran Hidup
Belajar bermasyarakat yang sebenarnya baru aku rasakan ketika aku di rantau ini. Ketika sanak saudara dan orang tua jauh di negeri seberang.
Selama kurun waktu dua tahun (tepatnya jatuh pada 15 May) di negeri jiran ini, berbagai kejadian telah kulewati, tentunya. Kejadian manis, pahit, asem, asin (nano2 kali..) sudah aku rasakan.
* * *
"... tidak boleh terlalu berharap kepada "makhluk", hanya ALLAH SWT sematalah sebaik2 tujuan..., " adalah short message yang aku terima dari seorang sister seiman, malam itu.
Alhamdulillah, perhatian 'simple' seperti ini bisa lebih menguatkan lagi benteng pertahanan imanku yang 'rapuh' dan lagi hampir 'rubuh', hiks :(.
* * *
Memang, diperlukan 'saling' untuk mewujudkan harmonisasi dalam bermasyarakat. Saling memperhatikan, saling berbagi, saling mengajak, dalam makna yang positif dan luas. Dalam perjalanannya, tidak ada pribadi yang sempurna, tidak terlepas aku sendiri --mudah2an ini tidak dijadikan sebagai sebuah sebuah excuse. Manusia tempat lupa dan salah, sehingga agar harmonisasi tetap terjaga, diperlukan investasi "lapang dada", "sportif" dan "baik sangka" yang cukup besar.
Btw, ada satu pantun*) (?!) yang ingin saya persembahkan nih,
Pergi merantau ke negeri orang
Menjaga hati, menjaga aurat
Sanak saudara jauh di negeri seberang
Tetangga disini jadi keluarga terdekat
*) Inginnya meniru kepandaian berpantun pak Tifatul Sembiring, apadaya kata tak sampai...:))
Hopefully, semoga aku bisa --minimal berupaya-- untuk menjadikan setiap pengalaman yang kuhadapi dan setiap pribadi yang kujumpai sebagai 'guru'ku yang baik. Actually, di rantau inilah aku bisa semakin mengenali diriku, kelebihan dan kekurangannya. Seiring itu pula, semoga aku juga semakin 'mengenal' serta memahami kawan dan 'saudara2' di rantau ini.
Semoga setiap kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari waktu-ke waktu. Allahumma amin.
Ma'afin lahir batin ya...kalo ada yang tak berkenan, jazakallah atas persahabatan dan persaudaraan yang terjalin. Barokallah !
Posted by
Putri - Keluarga Ceria
at
12:26 PM
0
responses
Links to this post
Labels: About Us, Back to Fitrah, Journal
Tuesday, May 12, 2009
Indahnya Bisnis (Iman)
"Ya Allah, mudahkanlah bisnis kami," itulah salah satu kalimat yang menutup perjumpaan kami petang itu di rumah seorang puan, di bandar Kuantan. Suatu kalimat yang begitu membekas di hatiku. Adalah kesediaan beliau untuk mendoakan kemudahan bisnis yang baru mulai kurintis*),--selain kemudahan bisnis beliau tentunya-- yang telah menyentuh hatiku. Apalagi doa tersebut diucapkan oleh seseorang yang baru dua kali aku jumpai.
* * *
Di lain kesempatan dan tempat.
"Ok, semoga Allah permudahkan," adalah pesan singkat yang aku terima dari seorang sister, ketika aku sampaikan niatku untuk membantu ibuku merintis bisnis. Beliau bukanlah orang Indonesia, melainkan adalah seorang sister seiman dari Malaysia.
* * *
Alhamdulillah, bisnis itu insya ALLAH akan menjadi indah (berkah) bila dijalankan oleh orang2 yang beriman kepada ALLAH SWT dengan sebenar-benar iman.
Ok, Salam Sukses Hidup Mulia untuk semua...!! (Ijin, pinjem kalimatnya pak Badroni-TDA ya, terima kasih)
*) Di sela2 studi akademis, sekarang ini aku juga sedang belajar bisnis dan juga memotivasi ibuku untuk merintis bisnis lagi sepeninggal bapak menghadap Rahmatulloh lebih dari setahun yang lalu
Posted by
Putri - Keluarga Ceria
at
11:24 AM
0
responses
Links to this post
Labels: About Us, Back to Fitrah, Journal
Sunday, January 04, 2009
Save Palestine !!!
Sungguh hendaknya kita tidak khawatir terhadap mereka (saudara-saudara bangsa Palestina yang terkubur di bawah tanah Palestina oleh musuh mereka) dan tidak khawatir terhadap tempat isra Rasulullah saw.
Namun hendaknya kita khawatir terhadap diri kita sendiri jika membiarkan mereka sehingga kita akan ditimpa apa yang diperingatkan oleh Rasulullah saw.
“Tidaklah seseorang yang membiarkan seorang Muslim di tempat dimana kehormatannya dilanggar dan dilecehkan, kecuali Allah akan membiarkannya di tempat yang ia menginginkan pertolongan-Nya di sana. Tidaklah seseorang menolong seorang Muslim di tempat yang kehormatannya dilanggar kecuali Allah akan menolongnya di tempat yang menginginkan ditolong oleh-Nya,” (Abu Daud dan Imam Ahmad). (bn-bsyr)
(Dikutip dari blog keluarga zulkarnain dengan judul, Mengapa Kita Harus Dukung Palestina)
Ukhuwah Islamiyah, means persaudaraan antar muslim (brother-sister in Islam).
Saudara-saudara kita di Palestine didzalimi--manula, kaum wanita dan anak-anak sekali pun !!!
Mereka sangat membutuhkan pertolongan kita...
Apa yang bisa kita lakukan ?!
Jika terjun langsung membantu di medan perang belum sanggup kita lakukan, maka -- selemah-lemah iman-- yang bisa kita lakukan adalah,
"Please make du'a... and donate for palestine !"
One man, one dollar to save Palestine...
One man, ten ringgit to save Palestine...
One man, one euro to save Palestine...
...
Kini saatnya umat Islam bersatu, save our Palestine !
ALLAHU AKBAR ! ALLAHU AKBAR ! ALLAHU AKBAR !
Laa haula wa laa quwwata illa billahil aliyyul adzim.
Posted by
Putri - Keluarga Ceria
at
5:37 AM
0
responses
Links to this post
Labels: Back to Fitrah, Journal
Tuesday, November 11, 2008
Sungguh: Pertolongan Allah SWT itu sangat Dekat !
Hari itu silaturahim yang berkah. Selepas dhuhur, kami sekeluarga diajak kawan untuk menghadiri jamuan hari raya di rumah kawan beliau di Pematang Badak, dekat sekolah anak sulung kami--30 menit dengan mobil dari rumah kami di Gambang.
Begitu datang kami pun terus dijemput menjamu selera, nasi dagang yang sedap beserta 'ugo rampen' sudah tersaji di meja makan. Tidak ketinggalan jagung rebus dan sejenis kolak ubi pun terhidang melengkapi menu siang itu.
Lepas makan, saya pun terlibat dalam perbincangan akrab dengan istri tuan rumah, sementara anak2 sangat menikmati gemericik air mancur dan geliat ikan berenang di kolam dalam bilik tamu tuan rumah.
Dari perkenalan, saya mengetahui, kalau istri tuan rumah adalah seorang pensyarah di college dan seorang yang aktif dalam halaqah pengajian. Perbincangan mengalir hangat, sampai pada masalah studi postgraduate. Ada suatu cerita yang beliau sampaikan, yang begitu membekas di hati saya--saat itu saya lagi 'blank' dalam riset saya.
Beliau bercerita mengenai seorang ustadz dari Indonesia yang juga sebagai PhD student di UKM My. Hari2 ustadz tersebut disibukkan dengan dakwah, sehingga menyita waktu untuk studi dan riset. Hanya kurang lebih empat bulan dalam masa studinya, ustadz tsb bisa fokus untuk mengerjakan disertasinya. Tapi alhamdulillah, karena pertolongan Allah SWT ustadz tsb berhasil menyelesaikan studinya setelah hanya menempuh ujian akhir VIVA kurang dari setengah jam ! Subhanallah. Tentu saja kita tidak 'mengambil berat' pada kuantitas masa yang diperlukan, melainkan pada kemudahan yang diberikan Allah SWT bagi ustadz tsb dalam menyelesaikan studinya. Sesungguhnya pertolongan Allah SWT itu sangat dekat bagi orang yang beriman ! Amien.
Di ujung cerita beliau menyimpulkan, "itulah buah yang dipetik ustadz tsb karena 'menolong' agama Allah SWT".
Suatu kesimpulan yang begitu berkesan bagiku--yang lagi 'stagnan' dalam riset. Kesimpulan itu ter-ngiang2 terus di telingaku, kesimpulan yang begitu 'menohok' menghunjam ke dalam hati sanubariku yang paling dalam. Sehingga membuat aku bertanya kepada diriku sendiri--instrospeksi, apa yang sudah aku lakukan untuk 'menolong' agama Allah SWT?
Aku sempat merasa kecil hati, dengan kemampuanku yang pas2an ini (baru aku menyesal, kenapa ketika SMA dan PT dulu aku kurang perhatian untuk memperkaya skillku diluar akademis), apa yang bisa kulakukan ? Ternyata phrase tsb mempunyai makna yang sangat luas, saaaa...ngat banyak yang bisa kita lakukan untuk mendapat ridho-NYA. Ambil contoh sederhana, memberikan perhatian pada tukang sampah yang bertugas memungut sampah depan rumah kita, pada kakak penjaga anak kita di taska, pada pekerja sawit di felda..dan masih banyak lagi berbagai bentuk lainnya yg bisa kita lakukan dalam konteks untuk mendapat ridho/pertolongan-NYA. Kenyataannya...duh, selama ini aku terlalu memikirkan kepentinganku sendiri, sehingga mengabaikan orang2 di sekitarku. Masih sangat terlalu sedikit yang telah aku lakukan..:((
Hari itu silaturahim yang berkah...telah menyentuh hati untuk back to fitrah. Subhanallah walhamdulillah wallahu akbar..!
Hadist berikut diambil dari Compiled ebook by Akhukum Fillah,
yang disalin dari kitab Arba'iina Hadiitsan An Nawawiyah, 40 Hadits An Nawawi,
Penulis Imam An Nawawi
Hadits Ketigapuluh delapan
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ : مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَلاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيْذَنَّهُ
[رواه البخاري]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhya Allah ta’ala berfirman : Siapa yang memusuhi waliku maka Aku telah mengumumkan perang dengannya. Tidak ada taqarrubnya seorang hamba kepada-Ku yang lebih aku cintai kecuali dengan beribadah dengan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hambaku yang selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (perkara-perkara sunnah di luar yang fardhu) maka Aku akan mencintainya dan jika Aku telah mencintainya maka Aku adalah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya yang digunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepadaku niscaya akan aku berikan dan jika dia minta perlindungan dari-Ku niscaya akan Aku lindungi “ Riwayat Bukhori.
Pelajaran yang dapat diambil dari hadits/الفوائد من الحديث:
1. Besarnya kedudukan seorang wali, karena dirinya diarahkan dan dibela oleh Allah ta’ala.
2. Perbuatan-Perbuatan fardhu merupakan perbuatan-perbuatan yang dicintai Allah ta’ala .
3. Siapa yang kontinyu melaksanakan sunnah dan menghindar dari perbuatan maksiat maka dia akan meraih kecintaan Allah ta’ala.
4. Jika Allah ta’ala telah mencintai seseorang maka dia akan mengabulkan doanya.
Posted by
Putri - Keluarga Ceria
at
10:57 PM
2
responses
Links to this post
Labels: Back to Fitrah, Journal, Kliping
Sunday, October 05, 2008
Waspada : Angin Sepoi-Sepoi Datang !
Hembusan angin kencang bahkan badai mampu kita lewati, akankah kita mampu juga menahan serangan kantuk karena semilir angin sepoi2 yang datang ?!
Berbagai kesulitan hidup yang datang biasanya membuat kita selalu mendekat pada Sang Pencipta, Allah SWT, sehingga kita bisa survive.
Sementara itu,
Kenikmatan hidup cenderung membuat kita terlena dan melupakan-NYA...
- Lepas nobar (nonton bareng) cd 'Sang Murabbi'-
Selamat datang bulan Syawal !
Selamat Iedul Fitri 1429 H, Semoga Allah SWT menerima dan memberkahi amal ibadah kita serta mengampuni dosa2 kita. Amien.
Mohon ma'af lahir & batin..
Sampai jumpa lagi bulan Ramadhan ! Allahumma amien.
- Jelang first assessment (mohon do'anya ya.., terima kasih)-
Posted by
Putri - Keluarga Ceria
at
4:33 PM
0
responses
Links to this post
Labels: About Us, Back to Fitrah, Greeting, Journal
Sunday, July 06, 2008
Sampaikanlah Kami pada Bulan Ramadhan !
Jum’at 4 Juli 2008, tepat tanggal 1 Rajab 1429 H. Bulan Rajab adalah salah satu dari Empat Bulan Haram atau yang dimuliakan Allah swt. (Bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab).
“Ya Allah, berilah keberkahan pada kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” Amin.
Artikel selengkapnya--berkaitan dengan bulan Rajab-- diperoleh dari situs ini.
Yaa Allah Berkahilah Kami di Bulan Rajab
Oleh: Ulis Tofa, Lc
Hari ini, Jum’at 4 Juli 2008, tepat tanggal 1 Rajab 1429 H. Bulan Rajab adalah salah satu dari Empat Bulan Haram atau yang dimuliakan Allah swt. (Bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab). Allah swt berfirman:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” At Taubah: 36
Fenomena pergantian bulan di mata muslim adalah salah satu sarana untuk mengingat kekuasaan Allah swt dan dalam rangka untuk mengambil ibrah dalam kehidupan juga sebagai sarana ibadah.
Karena itu, pergantian bulan dalam bulan-bulan Hijrah kita disunnahkan untuk berdo’a, terutama ketika melihat hilal atau bulan pada malam harinya. Do’a yang diajarkan oleh Baginda Rasulullah saw. adalah:
اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِاْلأَمْنِ وَاْلإِيْمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَم رَبِّيْ وَرَبُّكَ
اللهُ هِلاَلَ رُشْدٍ وَخَيْرٍ
“Ya Allah, Jadikanlah bulan ini kepada kami dalam kondisi aman dan hati kami penuh dengan keimanan, dan jadikanlah pula bulan ini kepada kami dengan kondisi selamat dan hati kami penuh dengan keislaman. Rabb ku dan Rabb mu Allah. Bulan petunjuk dan bulan kebaikan.” (HR. Turmudzi)
Shaum di Bulan Rajab
Shaum dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan mulia lainnya hukumnya sunnah.
Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah aw. Bersabda:
“Puasalah pada bulan-bulan haram (mulya).” Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad.
Rasulullah saw. juga bersabda:
“Kerjakanlah ibadah apa yang engkau mampu, sesungguhnya Allah tidak pernah bosan hingga kalian bosan”.
Ibnu Hajar, dalam kitabnya “Tabyinun Ujb”, menegaskan bahwa tidak ada hadits, baik sahih, hasan, maupun dha’if yang menerangkan keutamaan puasa di bulan Rajab.
Bahkan beliau meriwayatkan tindakan Sahabat Umar yang melarang mengkhususkan bulan Rajab dengan berpuasa.
Ditulis oleh Imam Asy Syaukani dalam Kitabnya, Nailul Authar, menerangkan bahwa Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhamad bin Manshur As Sam’ani yang mengatakan bahwa tidak ada hadis yang kuat yang menunjukkan kesunahan puasa Rajab secara khusus.
Disebutkan juga bahwa Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab, sebagaimana Abu Bakar al-Tarthusi yang mengatakan bahwa puasa Rajab adalah makruh, karena tidak ada dalil yang kuat.
Namun demikian, sesuai pendapat Imam Asy Syaukani, bila semua hadits yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunahkan puasa di dalamnya kurang kuat untuk dijadikan landasan, maka hadits-hadits yang umum, seperti yang disebut di atas, itu cukup menjadi hujah atau landasan.
Di samping itu, karena juga tak ada dalil yang kuat yang memakruhkan puasa di bulan Rajab.
Do’a Bulan Rajab
Bulan Rajab merupakan starting awal untuk menghadapi Bulan Suci Ramadhan. Subhanallah, Rasulullah saw. menyiapkan diri untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan selama dua bulan berturut sebelumnya, yaitu bulan Rajab dan bulan Sya’ban. Dengan berdoa dan memperbanyak amal shalih.
Do’a keberkahan di bulan Rajab. Bila memasuki bulan Rajab, Nabi saw. mengucapkan, “Allaahumma Baarik Lana Fii Rajaba Wa Sya’baana, Wa Ballighna Ramadhaana. “Ya Allah, berilah keberkahan pada kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”
Hadits di atas disebutkan dalam banyak keterangan, seperti dikeluarkan oleh Abdullah bin Ahmad di dalam kitab Zawaa’id al-Musnad (2346). Al-Bazzar di dalam Musnadnya -sebagaimana disebutkan dalam kitab Kasyf al-Astaar- (616). Ibnu As-Sunny di dalam ‘Amal al-Yawm Wa al-Lailah (658). Ath-Thabarany di dalam (al-Mu’jam) al-Awsath (3939). Kitab ad-Du’a’ (911). Abu Nu’aim di dalam al-Hilyah (VI:269). Al-Baihaqy di dalam Syu’ab (al-Iman) (3534). Kitab Fadhaa’il
al-Awqaat (14). Al-Khathib al-Baghdady di dalam al-Muwadhdhih (II:473).
Memperbanyak amal shaleh, seperti shaum sunnah, terutama di bulan Sya’ban. Diriwayat oleh Imam al-Nasa’i dan Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Huzaimah. Usamah berkata pada Nabi saw.
“Wahai Rasulullah, saya tidak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Engkau lakukan dalam bulan Sya’ban.’ Rasul menjawab: ‘Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan oleh kebanyakan orang. Di bulan itu perbuatan dan amal baik diangkat ke Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa.” Allahu a’lam
Posted by
Putri - Keluarga Ceria
at
3:49 PM
0
responses
Links to this post
Labels: Back to Fitrah, Kliping
HELLO WORLD, HAVE A BETTER DAY !
This blog is dedicated to our mother (Widiarti) and father (Marsudi Djojosoemarto) and our grandmothers/fathers.
Hopefully, it will be usefull for all of us--the next generations. So especially for our parents, may this blog will be noted as their amal jariyah.
May ALLAH SWT bless us. Barokallah.
Allahumma aamin.
Muharam, 1429 H
January, 2008
DU'A, ESPECIALLY FOR OUR BELOVED MOTHER AND FATHER
Robighfirli wali walidayya warhamhumma kamaa robbayani shagira.
Ya ALLAH, kasih sayangilah ibu dan bapak kami, sebagaimana kasih sayang ibu dan bapak kami semasa kami masih kecil (saat kami belum tau apa2 dan belum jadi siapa2)
Berikanlah pada kami kemampuan dan kesanggupan untuk berbakti kepada ibu bapak kami dengan penuh kesabaran dan ketulusan hati.
Robbana aatina fiddunnya hasanah, wa fil aakhirati hasanah wa qina adzabbannar.
Ya ALLAH, anugerahkanlah kepada kami kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta jauhkanlah kami dari adzab api neraka.
Sesungguhnya hanya karena Rahmat-MU jualah, kami dapat menggapai Surga-MU.
Allahumma aamin.
From The (Grand) Children, With Love Fillah





















